Zachary Guitars

October 19, 2010

An Insight how one luthier really appreciate his work.  Some nice insight for the buyers too.

Zachary Guitar

This is the humbucking neck pickup sound, with Bill Lawrence L500R.

Here’s a preview of bovendigoel’s clean sound done by Saska at AGL. We used Bill Lawrence pickups, L500R for the neck and L500L for the bridge. What a great sounding pickups! Kudos to Bill Lawrence for his flawless design!

 

Sudah 10 tahun Luthier Gilles deNeve mendirikan AsiaGuitarLabs, dan 3 bulan lagi menjelang berakhirnya tahun 2010. AGL mengadakan bulan discount sampai dengan akhir tahun, tepatnya 31 desember 2010. Besarnya 50%!! Untuk beberapa item yg tertera di bawah ini.

  1. Setup+wiring+new strings = Rp. 300.000 (reguler price) –> Rp. 150.000 !!
  2. Refret = Rp. 750.000 –> Rp. 375.000!!
  3. Paket (no.2 dan no.1) = Rp. 1.050.000 –> Rp. 500.000!!
  4. Refinish = Rp. 1.250.000 –> Rp. 600.000!!
  5. Paket (no.4 dan no.1) = Rp. 1.550.000 –> Rp. 750.000!!

 

Untuk discount atas jenis service yang lain, silahkan hubungi kami.. :D

Dan Jangan lupa untuk hadir di Pasar Seni ITB 2010 yang akan diadakan di kampus ITB tanggal 10 Oktober 2010 hari minggu nanti. Singgahi stand kami untuk melihat lihat produk kami, atau untuk bertanya seputar gitar, atau untuk sekedar bercengkrama, atau sekedar berteduh, atau lain lainnya.

DAAANNN…. Pada hari minggu nanti, kami akan menyediakan voucher khusus yang dapat anda beli seharga Rp. 50.000 yang dapat digunakan untuk mendapatkan potongan harga untuk semua jenis servis sebesar Rp. 75.000! Voucher ini dapat diakumulasikan sehingga dengan pembelian (misalnya) Rp.300.000, anda akan mendapatkan potongan harga sebesar Rp. 450.000! Voucher ini berlaku sampai dengan 31 Januari 2011.

Ayo manfaatkan kesempatan ini untuk memanjakan sahabat kesayanganmu yang bersenar itu!

 

cheers

 

 

 

Cuci Gudaannng AGL!!!

October 7, 2010

YES! Sesuai judul, kami akan mengadakan cuci gudang untuk beberapa item terpilih. Informasi lebih lengkap silahkan klik tautan currently available di sidebar sebelah kanan.

Happy hunting. :D

cheers

AGL DI PASAR SENI ITB 2010

October 5, 2010

Akhirnya!! Setelah beberapa rapat rahasia antara Saska, Lutfan, dan pak Gilles, AGL Officially joined hingar bingar Pasar Seni ITB 2010 yang akan diadakan 10 oktober nanti! Pasar Seni ITB diselenggarakan oleh teman teman mahasiswa KMSR ITB yang akan menampilkan keriaan dan keasyikan di tengah kota bandung hanya untuk satu hari saja yaitu hari minggu 10-10-2010.  Jadi, jangan tidak datang ya! Temui kami di sana!! Starts at 8 am till 5 pm!

OFFICIALLY INVOLVED!

Visit pasarseniitb2010.com untuk info lebih lengkap tentang pasar seni.

More info from us coming soon!

Oo polaroid, Oo….

October 1, 2010

Hari ini saya dan Lutfan pergi mengunjungi pak Gilles untuk membicarakan rencana rahasia untuk kalian semua. Kebetulan saya baru saja dapat film untuk kamera polaroid spectra lama saya. Karena gatel, tadi langsung saja kita tes filmnya. Dan ternyata, hasilnya mengagumkan. Sentuhan dan feel analognya sangat kuat.

Film fotografi analog seperti polaroid memang sudah terancam keberadaannya dengan munculnya kamera digital yang lebih murah, lebih praktis, lebih modern, dan lebih edit-friendly. Coba bandingkan dengan kamera film yang harus dicetak, menggunakan bahan-bahan kimia yang mahal, tidak praktis, dan seterusnya. Yang kemudian mengakibatkan perusahaan Polaroid banting setir ke kamera digital dan MENGHENTIKAN produksi kamera dan film analog tahun 2008. Tapi………….. Hal ini tidak membuat kecintaan terhadap analog hilang, beberapa orang yang tertarik dan terpanggil untuk melestarikan kamera dan film analog memutuskan untuk membeli pabrik polaroid dan melakukan riset dari 0 (nol) untuk mengembangkan kembali film analog. Pergerakan ini merupakan pertanda bahwa analog masih dicintai.

Dibandingkan dengan citra digital, citra analog lebih memainkan rasa. Sifatnya yang unpredictable membuat orang-orang berhati hati dalam mengambil gambar. Hal ini memunculkan kepuasan tersendiri bagi penikmat film analog, karena dibutuhkan ROMANTISISME dalam memainkan film analog. Inilah yang tidak dimiliki oleh kamera-kamera digital yang bisa dijepret sebanyak yang kita mau, bisa dikopi dan diedit dengan segala kepraktisan lainnya. Justru dengan kesulitan dan kerumitan tersendiri, bermain dengan film analog terasa lebih berharga.  Begitu pula dengan gitar masal dan gitar custom atau boutique.

Gitar custom/boutique mewakili kamera-film analog, ketika gitar pabrikan masal merepresentasikan kamera digital. Betapa pun pabrikan masal itu lebih murah, lebih “aman” dan lebih praktis, mereka tidak bisa menandingi nilai romantisme dari sebuah gitar custom/boutique. Dalam membuat sebuah gitar custom/boutique, proses pengerjaannya dilakukan secara handmade, semua aspek detailnya benar benar dilakukan dibawah supervisi yang sungguh-sungguh dari para luthier. Effort yang tidak mudah inilah yang memberikan nilai tersendiri untuk gitar gitar tersebut. Biar bagaimanapun, film analog dan gitar gitar custom/boutique tidak akan mati. Selama akal kita masih bisa mengapresiasi sebuah karya yang romantis, selama itu pula masih akan banyak bermunculan karya karya yang berjiwa dan berkarakter. Long live our mind!

Cheers…

Saska

Vintage exposure of AGL

  Diabadikan di Lembang saat mau hujan.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.